Riset & Validasi Klinis

Diabeat Game dirancang secara metodologis dengan landasan teori klinis dan edukasi guna menjamin ketepatan materi dan efektivitas pembelajaran.

Pendidikan Kesehatan Berbasis Gameplay Simulasi

Peningkatan jumlah penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 pada usia remaja di Indonesia menunjukkan urgensi edukasi preventif yang lebih dinamis. Model edukasi satu arah yang konvensional seringkali gagal menarik minat siswa SMA.

Melalui riset desain, Diabeat Game dikembangkan untuk mengisi celah tersebut dengan menghadirkan simulasi berbasis masalah (Problem-Based Learning) yang diadaptasi langsung dari panduan tata laksana diabetes klinis.

Metodologi Pengembangan (ADDIE)

  • Analysis: Menganalisis kebutuhan siswa SMA akan informasi gaya hidup sehat dan pencegahan diabetes.
  • Design: Merancang alur level, storyboard dialog cerita, sistem quiz, dan variabel status biologis pahlawan game.
  • Development: Pemrograman menggunakan mesin game Unity, pembuatan ilustrasi aset SVG, dan penulisan kurikulum medis.
  • Implementation & Evaluation: Uji coba kelayakan skala kecil dan besar di sekolah sasaran guna validasi kemudahan guna.

Learning Outcomes (Hasil Belajar)

  • Siswa mampu mengidentifikasi minimal 4 faktor risiko pemicu diabetes melitus pada masa remaja.
  • Siswa dapat membedakan dengan benar batasan kadar gula darah normal, prediabetes, dan diabetes klinis.
  • Siswa mampu merancang menu makanan sehat rendah gula harian berdasarkan panduan gizi Kementerian Kesehatan RI.

Tim Pengembang Diabeat Game

Diabeat Game dikembangkan oleh peneliti yang berdedikasi dalam bidang edukasi kesehatan berbasis teknologi interaktif.

Jasmine Nurul Izza

Lead Researcher & Developer

Peneliti dan pengembang utama Diabeat Game yang merancang konsep edukasi, metodologi ADDIE, sistem gameplay, serta materi klinis diabetes berbasis kurikulum kesehatan preventif.